Pages

Sunday, January 1, 2012

dari kaca mataku

sekarang nih perkataan MAHASISWA jadi kontroversi pulak. bila sebut mahasiswa, saya pun termasuk jugakla maknanya..huhu.
sebenarnya, pada pandangan saya yang cetek ilmu ini,
"seseorang mahasiswa perlu berusaha mempengaruhi diri dahulu, baru boleh mempengaruhi orang lain dengan mudah"
macammana mempengaruhi diri?

1)dengan melawan nafsu
 -menghindarkan segala hiburan yang melalaikan, membuang masa,menjauhkan diri dari Pencipta
 -menundukkan pandangan..
 -et cetera(etc)

2)belajar sebanyak mana ilmu yang boleh yg bermanfaat,

‘Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak puas, dan dari do’a yang tidak didengar”. (HR. Muslim : 1295, At-Tirmidzi dan An Nasai (8/263) dari hadits Zaid bin Arqom)

-antaranya, blajar sejarah,ilmu agama, ilmu bagaimana strategi nak mempengaruhi org, try dapat dean list, business.. et cetera.

3) berusaha melakukan amal sebanyak mungkin
 - berusaha menjadi hamba yang terbaik di sisi ALLAH
    eg; cuba solat tahajud 40 hari berturut2.insyaALLAH, kamu senang nak mempengaruhi orang, pandangan    kamu, mudah orang terima.

4)ikhlaskan niat
 - niat mesti baik. bukan untuk kepentingan diri

5) memperbaiki diri dan tidak menyalahkan orang lain 100%
   - biasanya orang yang berpengaruh(ramai org dengar katanya) adalah orang yang berilmu dan berjawatan.. Jadi, perbaiki diri dan berusaha selagi mana mampu untuk jadi yang terbaik. jadi anak yang terbaik, jadi pelajar yang terbaik, jadi orang muda yang terbaik, jadi hamba Allah yang terbaik, jadi ibu dan ayah yang terbaik, jadi kawan yang terbaik, jadi pekerja yang terbaik..

kesimpulannya, atas peristiwa yang berlaku, semua pihak kena muhasabah diri, semua orang kena bertaubat. xde yang x melakukan kesalahan. semua orang melakukannya, tetapi yang terbaik adalah yang bertaubat akan kesalahannya.
 
kata-kata hikmah:
 
Demi ALLAH jiwaku saja belum tentu diredhai ALLAH, lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah setelah melihat dosa-dosa yang dilakukan orang lain. tetapi sayangnya mereka tak merasakan hal itu saat melihat dosa yang dilakukannya sendiri(Abu Yazid)

Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri, nescaya tidak ada orang yang mahu mencela aib orang lain(Rabi' bin Hutsaim)


No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...